Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘engineering’ Category

Setelah mengalami beberapa kali keterlambatan dalam pembangunannya, akhirnya terminal 3 cengkareng diresmikan oleh Presiden,  selasa 28 April 2009.

Penampilan terminal 3 ini berbeda dengan terminal 1 dan 2. Tidak ada sedikitpun segi arsitek tradisionilnya, berpenampilan trend saat ini dan tentu saja mimimalis.

Struktur atapnya dengan bentang bebas yang  lebar terdiri dari struktur  rangka baja ruang tipe busur. Semua struktur atap ini adalah tipikal, dan dipapar sedemikian rupa, sehingga kita dapat melihatnya. Ada kesan bahwa struktur baja ini, yang terdiri dari pipa baja, terlalu ramping, tidak proporsionil,  dibandingkan ruangnya sehingga tidak menimbulkan efek megah.

(more…)

Advertisements

Read Full Post »

Singapore Flyer dan Roda sepeda

Oleh: Harianto Hardjasaputra

Objek wisata yang baru berumur satu tahun, entah mengapa disebut sebagai flyer, bukan wheel. Mungkin untuk meyakinkan pengunjung, bahwa mereka yang menumpang dalam cabinet tersedia, seakan akan selama 30 menit melayang pada ketinggian 165 m, ekivalen setinggi gedung 42 lantai, sambil menikmati pemandangan kota SNG. Saat ini roda raksasa ini adalah yang terbesar di dunia, jauh melebihi dari saudara nya London Eye , yang berdiameter 135 meter.

(more…)

Read Full Post »

Sejak jumat 27 Maret 2009 tersaji di berbagai mass media mengenai tragedi bobolnya bendung Situ Gintung, yang mengakibatkan air bah jutaan meter kubik air tanpa terkendali. Begitu dasyat akibatnya bila manusia tidak mampu mengelola kekuatan air.

(more…)

Read Full Post »

Travelling Exhibition in Indonesia
(Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Bandung)

WERNER SOBEK – DESIGNING THE FUTURE

Proudly presented by:

May – October 2009

(more…)

Read Full Post »

Mungkinkah beton sekuat baja?

Oleh:
Prof. Dr.-Ing. Harianto Hardjasaputra
Penulis adalah Guru Besar Teknik Sipil
Universitas Pelita Harapan
E-Mail: hardja@yahoo.com

Pertanyaan di atas tentu belumlah muncul ditahun 1950-an, saat beton untuk pertama kalinya diperkenalkan di dunia konstruksi Indonesia oleh alm. Prof. Roosseno, Bapak Beton Indonesia, sebagai bahan konstruksi yang andal dan murah. Sebagai dosen dan ahli struktur beliau sangat giat memperkenalkan teknologi dan konstruksi beton. Beliau mengajarkan bagaimana membuat campuran beton, yang bahan dasarnya mudah didapat, terdiri dari murni 3 bahan dasar yaitu: semen, agregat kasar / halus, dan air, sesuai dengan kekuatan yang diinginkan, yaitu sekitar 200 kg/cm² – 250 kg/cm². Kekuatan beton saat itu kalau dibandingkan dengan kekuatan baja yang mencapai 2400 kg/cm² hanyalah sepersepuluhnya.

Research grant 2008 dari Konrad Adenauer Foundation yang diperoleh penulis, memberi kesempatan kepada penulis untuk mendalami beton sebagai material konstruksi yang High Tech, berbasis TEKNOLOGI NANO.

(more…)

Read Full Post »

Konstruksi Hybrid Jembatan Gärtnerplatz

Penulis : Prof. Dr.-Ing. Harianto Hardjasaputra
Guru Besar Teknik Sipil Universitas Pelita Harapan
E-Mail: Hardja @yahoo.com

Research grant tahun 2008 dari Konrad Adenauer Foundation (Jerman) yang berhasil diperoleh penulis, mengantarkan penulis untuk mendapatkan kesempatan melakukan penelitian dibidang UHPC di University of Kassel. Penulis bekerja sebagai peneliti tamu di Institute of Structural Engineering dengan Prof. Dr.-Ing, E. Fehling sebagai direktur bidang struktur beton.

gambar1
Gambar 1. Prof. Dr.-Ing. E. Fehling dan Prof. Dr.-Ing. Harianto H. (Penulis).

Jembatan Gärtnerplatz di Kassel-Jerman – merupakan aplikasi Ultra High Performance Concrete (UHPC) hasil penelitian dan pengembangan selama satu dasawarsa dibidang UHPC di University of Kassel.

(more…)

Read Full Post »